Selasa, 09 Agustus 2011

Bagaimana Merancang Rumah Sendiri

Dalam hal mempersiapkan rancangan rumah diperlukan modal pengetahuan untuk memulai kegiatan membangun atau melakukan komunikasi sebelumnya dengan ahlinya. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum mendirikan bangunan.

Tanah Kosong

Pertanyaan masalah membangun sendiri banyak diungkapkan oleh mereka yang pada umumnya telah memiliki tanah kosong baik dalam bentuk kavling yang teratur maupun yang bukan. Bentuk tanah yang disampaikan juga beragam dan memiliki kondisi yang bermacam-macam. Untuk tanah kosong yang terletak di kompleks pemukiman yang umumnya memiliki bentuk teratur, sehingga kebanyakan masalahnya adalah karena letak lokasinya di tengah atau di pojok, menghadap ke timur atau tidak, memiliki kasus ketinggian tanah atau tidak dan sebagainya.
Yang perlu dikerjakan oleh para pemilik tanah yang akan dibangun, sebelum membuat perancangan bangunannya adalah :
  • Periksa dan teliti surat-surat kepemilikan tanah yang menyatakan keabsahannya, sebab akan berkaitan dengan masalah pembirian IMB (ijin mendirikan bangunan) nanti.
  • Periksa kembali ukuran tanah yang sebenarnya dilapangan, bukan hanya berdasarkan gambar.
  • Ketahui dengan pasti apakah ada rencana pengembangan tata kota yang akan terkena pada lokasi tanah ini, seperti rencana pelebaran jalan, perubahan peruntukan (land use) dan lain-lain.
  • Pelajari kondisi dan keadaan tetangga disekitar lingkungan tanah ini dan investarisasi hal-hal yang dapat menjadi kendala atau mungkin potensi yang mempengaruhi perancangan rumah nantinya.
  • Perhatikan kondisi struktur tanahnya, apakah asli atau tanah urukan dan sejarahnya dulu (mungkin bekas rawa).
  • Pelajari peraturan dari pemerintah daerah yang harus diperhatikan kalau tanah ini dibangun, jarak bebas yang tidak boleh dibangun, ketinggian bangunan yang diperbolehkan dan lain-lain.
Data-data seperti diatas biasanya sering diminta oleh arsitek atau ahli yang akan dimintakan bantuan untuk merancang rumah tersebut. Tanpa data seperti yang tersebut diatas, bukan tidak mungkin nantinya desain rumah yang dibuat menjadi kurang tepat dengan kenyataan sebenarnya. Sehingga bisa saja  izin pembangunan tidak keluar, terjadi pengulangan desain berkali-kali yang tidak efisien dan biaya menjadi mahal.
Kebutuhan Ruangan

Pengetahuan tentang tanah ini juga termasuk elemen-elemen yang ada di atas tanah, misalnya pohon-pohon yang cukup besar, sumber air dan saluran pembuangannya. Mungkin saja elemen tersebut akan dipertahankan waktu membangun rumah, mengingat besar manfaat kehadiran pohon besar dan subur itu.
Dari kondisi tanah kosong ini, kita mulai dapat memperkirakan seberapa besar rumah yang bisa dibangun kalau tidak bertingkat. kalau memang teraksa atau memang ingin dibuat bertingkat, maka sebaiknya bangunan yang tinggi dan lebih dominan tersebut berada disebelah mana dari posisi di tanah tersebut. Dalam memperkirakan letak ini tentunya dipertimbangkan juga terhadap sirkulasi matahari dari arah timur ke barat, letak bangunan yang menghadap kemana (terutama untuk yang tanahnya luas atau kavling pojok yang punya dua arah). Setalah diketahui kurang lebih besaran rumah ini, baru dirancang ruang-ruang apa saja yang bisa tertampung dimulai dengan kebutuhan ruangan yang paling pojok. Yang termasuk ruang inti, adalah ruang tidur, kamar mandi dan WC, dapur dan ruang duduk keluarga.
Ruangan yang lain bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dan memungkinkan diadakan di rumah ini, tentulah sangat berbeda bagi setiap keluarga. Pada prinspnya kebutuhan harus berdasarkan pada kebiasaan hidup keluarga bukan karena ikut-ikutan melihat rumah orang lain, Misalnya dapat ditambahkan ruang tamu, ruang makan, gudang, garasi atau carport, ruang cuci dan jemur, ruang pembantu dan kamar mandinya, ruang sholat bila dianggap perlu, ruang belajar dan ruang kerja. Disamping itu untuk mencerminkan karakter kehidupan suatu keluarga dapat pula ditambahkan ruang perpustakaan, ruang musik, ruang praktek dan ruang usaha.
Tata Ruang dan Sirkulasi Kegiatan

Ruang-ruang yang telah kita tentukan berdasar prioritas kebutuhan harus ditempatkan dengan benar pada blok yang dipersiapkan untuk bangunan misalnya apa saja yang ditempatkan pada bagian depan, tengah, samping dan belakang. Untuk rumah bertingkat tentu dipertimbangkan letak ruangan yang tidak bersifat umum dan membuat penghuni menjadi 'terpaksa' naik turun.
Penataan ruang bisa dilakukan dengan membagi menurut kelompok, yaitu kelompok umum, kelompok semiumum, kelompok pribadi dan kelompok pelayanan. Kelompok pribadi ditempatkan pada bagian yang paling nyaman di lokasi ini, sebab pada bagian inilah kegiatan kehidupan keluarga sehari-hari berlangsung. Jangan terjebak dengan pemikiran rumah harus kelihatan bagus kalau dilihat oleh tamu.
Kalau kelompok ruangan ini bisa terbentuk dengan baik, dalam arti tidak ada ruang dari kelompok lain yang tercampur, maka akan terjadi sirkulasi kegiatan yang menyenangkan sepanjang hari. Pertimbangkanlah sirkulasi kegiatan ini dengan kebiasaan hidup keluarga. Belum tentu contoh penataan ruang yang baik dirumah orang lain cocok dengan cara hidup kita.
Susunan ruang yang luas yang memadai dapat membentuk denah rumah dengan baik. Untuk menentukan ukuran ruangan pertimbangkan dengan kemungkinan barang atau perabot yang akan dimasukkan. Usahakan setiap ruangan bisa memperoleh sinar matahari dan sirkulasi udara dengan baik.
Setelah denahnya diperoleh, kita akan lebih mudah menentukan bentuk seperti apa yang diinginkan, gaya apa yang dipilih, bagai mana konstruksinya dan detai-detail untuk memperindah rumah ini. Mungkin dalam hal ini bisa dikonsultasikan kepada pihak-pihak yang lebih ahli seperti arsitek. Meskipun pada akhirnya diselesaikan oleh si arsitek, akan teyapi paling tida pemilik rumah telah turut memberikan andil mendasar terhadap rumahnya.
Dengan pendekatan dan pengetahuan peperti proses diatas, rumah yang dirancang sendiri atau bersama arsitek, akan jauh lebih berhasil dari pada diserahkan begitu saja kapada orang lain.
 

 
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews